Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Perihal Menunggu

Rotasi waktu tak pernah mau menunggu Putarannya konstan tak terhalang barang satu Menunggu itu menanti waktu Berharap temu yang diselimuti ragu Raga dan Jiwa ku seakan dibiasakan menunggu Menunggu itu tentang komitmen ku terhadap waktu Aku yang menjanjikan temu Kepada ragu Ragaku agaknya kecut Pada tak acuhnya dirimu Terhadap waktu Padahal kau tahu Ia tak pernah mau menunggu Tak ada yang benar - benar berhenti Bahkan menunggu pun aku tak berhenti Nuraniku liar mencari Akal ku pun tak kalah mendominasi Menggagahi pikirku agar pergi Tahukah dirimu perihal menunggu? Perihal ragu Perihal melagu selagi menunggu Perihal tentu yang semu Mereka yang tak acuh akan waktu Semoga tak dibuatnya malu Kala waktu bergegas melaju Meninggalkan ragu mu yang bisu Semoga kelak kau cakap memahami waktu Menyelami tiap raga yang mau menunggu Raga yang pikirnya kukuh Kendati di hajar terjangan ragu Jangan mengundang waktu yang tak mau menunggu D

Mengingat kamu

Aku pernah mencoba menahan tangis Dihadapan seorang yang amat kucintai dan kusayangi Harusnya aku sudah tidak memiliki rasa itu Harusnya aku sudah biasa saja mengingat setiap keping memori kami Saat itu… Yang bisa aku lakukan hanya mencoba mencerna kalimatnya Mencoba membangun realita Sambil terus menekan rasa sakit yang mulai timbul Yang entah dimana letaknya secara pasti Jika ada cermin saat itu, aku tahu air mukaku sudah tidak lagi damai Ada kebingungan, kekagetan, keheranan, kemarahan, kesedihan, dan lainnya Dan beberapa kalimat yang entah mengapa juga aku ungkapkan saat itu Yang malah menambah kekeruhan pikirku saat mendengar dia menjawab apa yang aku ucapkan Saat itu aku ingin mengungkapkan betapa rindunya aku Ingin ku katakan bahwa saat itu aku sedang rindu – rindunya Aku ingin mengatakan bahwa aku sedang mencoba memperbaiki diri saat itu Aku ingin memaksa aku tidak mau perpisahan terjadi saat itu Bahkan sampai saat ini, disetiap pulangku